• Home
  • About
  • Youtube

Spilling Thoughts

of ZIDNY ILMANAFIA

facebook google twitter tumblr instagram linkedin

Memasuki usia quarter-life, mulai banyak muncul hal-hal yang perlu dipikirkan. Abis ini mau ke mana? Ngapain? Dan yang kebanyakan bikin baper sekaligus nyesek adalah: sama siapa?

Belakangan intensitas curhatan kegalauan untuk memilih calon pasangan mulai meningkat. Ada yang punya banyak pilihan dan bingung harus milih yang mana. Ada yang kemana-mana selalu bersama mendedikasikan waktu untuk si dia tapi gak pernah ada status yang jelas. Ada juga yang susah membangun hubungan intim sama orang lain. Ada yang karena punya niat menikah akhirnya memutuskan untuk berhijrah. Ada pula yang sudah sama-sama nyaman tapi berbeda arah dan tujuan. Ada. Siapa? Pikir sendiri.

Rasanya begitu sesak dihantui orang-orang yang so called budak cinta ini, tapi gak boleh munafik akupun mulai kepikiran. Terutama setelah sebuah percakapan dengan dosen pembimbing, "Ayo cepetan diselesaiin skripsinya biar bisa melanjutkan ke tahap perkembangan selanjutnya!" "Waduuh kek mana tuh pak?" "Ya bekerja apa sekolah apa menikah?". Entah kenapa momennya juga bebarengan sama himbauan dari bapak sama ibu untuk memastikan life plan setelah lulus. Biar keliatan punya planning, salah satu life goals ku adalah menikah di tahun 2021, tepatnya tanggal 10 november. Aminin boleh kali ya? Haha. Btw kenapa pake tanggal taun? Bagus aja gitu tanggalnya, 10-11-2021. Wkwk. Namanya target ya kan, meleset dikit dak apa lah. Atau 10-10-2020 ya? Eh, nanti dulu deh.

Menihkah, memang bukan perkara yang sederhana. Ya. Tau kok. Apalah aku ini yang masih suka ndusel-ndusel ibuk kalo di rumah, kok tiba-tiba minta nikah. Apalah aku yang imannya masih kayak sinyal 4G di arung dalam; lemah dan hanya kuat di saat dan tempat tertentu. Aku pun suka menertawakan diri sendiri yang punya target nikah yang tidak realistis. Pertama sih ngetawain karena belum ada calon. Padahal syarat menikah kan kalih, nggih, kalih sinten? Kedua, ngetawain diri sendiri yang ga punya bekal apa-apa buat menikah. Hla aku tuh masih ‘disuapin’ belum bisa cari makan sendiri, kok mau nunut sama sesosok lelaki tak dikenal? Ketiga, ya emang suka ketawa aja😆Receh betuul!

Daripada stres mikirin besok nikah sama siapa, makan apa, kenapa nggak menikmati masa-masa lajang aja dulu? untuk memantaskan diri? Ya kan... Bukan membela kaum jomblo kok, tapi sendiri ga seburuk itu loh. Coba pikir baik-baik, hal-hal apa yang bisa kita nikmati ketika sendiri? Kita punya waktu untuk lebih mengapresiasi diri sendiri. Kita punya waktu untuk mencintai diri sendiri. Manusia kan tercipta sempurna dengan ketidaksempurnaannya. Setiap individu pasti punya kekuatan dan kelemahan masing-masing. Dan itulah yang membuat seseorang unik. Sebagai orang yang beriman, yang berhak menerima cinta terbesar kita adalah Sang Pencipta kita. “Orang-orang yang beriman sangat mendalam cintanya kepada Allah.” (2:165). Mencintai makhluk lain, termasuk mencintai diri sendiri, juga didasari cinta kepada Allah. Kalo sebagai warga negara yang baik, cintailah ploduk ploduk indonesia. Heheheh.😆

Kadang tuh kita terburu buru sama tuntutan sosial. Wah si ini udah begini. Si itu udah begitu. Rumput tetangga selalu lebih hijau duluan. Ya jelas, tetangganya sawah semua. Sampe kita lupa sama diri kita sendiri. Siapa sih aku? Apa sih kelebihan dan kelemahanku? Apa sih misi dalam hidupku? Pertanyaan-pertanyaan kayak gitu gak muncul ketika kita sibuk memenuhi ekspektasi orang lain. To live your life to the fullest, kenali kekuatan dan menerima kelemahan diri. Jadinya kita lebih mawas diri, tau batasan apa yang bisa kita lakukan dan yang enggak. Tidak mudah terjebak dalam comparison trap. Tidak mudah tergoyahkan dengan tren nikah muda, jika memang kita sadar kita belum mampu.

Manfaatin masa masa ini juga untuk ngebangun mimpi dan cita cita hidup. Bukan berarti punya cita cita buat diri sendiri tuh ga bisa berbagi hidup sama orang lain. Perkara menikah itu kan bisa saling kolaborasi mimpi. Cie gitu.  Ngebangun relasi dan silaturahmi juga penting. Karena toh, gimana mau punya pasangan kalo kitanya juga ga bergaul ye kan..

Ingat ya, hidup itu singkat; cuma lima huruf! Wkwkwk. Hidup itu cuma sekali. Ngerasain muda juga ga selamanya. Ngerasain bebas apalagi. Gak usah buru-buru ngikutin arus. Semua orang punya waktunya masing-masing. Just trust the timing of your life. Banyak-banyaklah kita berkaca. Mengenali siapa diri kita sebenarnya. Memperbaiki diri hingga tiba saat yang dinanti. Tenang, takdir kita selama hidup itu sudah ditetapkan Allah, kok. Kita tinggal berusaha, bersabar, dan bersyukur selalu. :)
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

About Me



Nur Zidny Ilmanafia | 1996 | Yogyakarta
Culture, humanity, technology, personal growth and spirituality enthusiast.

Follow Me

Labels

diary experience kkn opini psychology real story reflective spoof thoughts travel work

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  March (1)
      • Istanbul (Intro)
  • ►  2020 (2)
    • ►  May (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2018 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2016 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  October (2)
  • ►  2014 (6)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  May (1)

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Gooyaabi Templates