• Home
  • About
  • Youtube

Spilling Thoughts

of ZIDNY ILMANAFIA

facebook google twitter tumblr instagram linkedin
Rewind 2017

Tahun 2017, 2016, 2015. Semua hanya ukuran waktu yang dibuat manusia, tapi gak ada salahnya jika ukuran waktu satu tahun menjadi momen untuk mensyukuri apa yang telah kita alami dan untuk mengukur seberapa jauh jalanan yang kita lalui.

Buatku, tahun 2017 banyak menyimpan kisah. Bukan tentang hasil atau prestasi, tapi seluruh proses yang menyadarkan aku telah sampai di 'titik ini'. Aku memulainya dengan banyak-banyak cari masalah. Alhamdulillah, tidak hanya proses dan resolusi pergulatan yang aku alami, ternyata Allah menunjukkan tanda-tanda untuk bertaubat melalui peristiwa tak terhitung yang terjadi. Di tahun ini aku banyak melakukan perjalanan. Semua suka duka perjalanan berakhir pada satu kesimpulan: hanya kepada Nya lah kita kembali.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

She was a curious girl. Always excited to experience new things. She was highly engaged to her parents, although they were distanced by age. Sometimes it creates a gap, where they can't relate what this girl just experienced with the perception of her parents. For the sake of the girl which doesn't understand much about life she's always put to stay away from her parents arguments. Then, it becomes a habit. The habit where this girl is always excluded from every decision her parents make.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Don't stop, life keeps on going.

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran (QS: 103)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pondokan BBL-04

Hidup di Yogyakarta selama 19 tahun dan hampir 21 tahun selalu bersama orang tua, ini adalah kali pertama aku menjajal kehidupan di tempat baru, ya walaupun cuma dua bulan sih..... Tinggal jauh dari orang tua dan jauh dari segala keenakan hidup itu banyak memberikan makna hidup yang selama ini ga bermakna wkwk.

Kita dateng ke tempat ini cuma dengan membawa satu buah koper aja. Sementara tempat tinggal yang akan kita tinggali masih kosongan. Dengan sedikit bekal yang kita punya, kita mulai beli kasur (palembang), hanger, tali jemuran, tempat sampah, sapu, pel, keset, dan satu per satu perabotan rumah tangga. Kemampuan buat berinteraksi dan bernegosiasi dengan orang lain ternyata juga jadi modal yang untungnya berbuah pinjaman motor, helm, dispenser, kompor, dan kebutuhan sekunder lainnnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Initial formation of the team

Kemenangan itu tak sekedar mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, biaya tapi juga mengorbankan hati. Hingga diunggahnya tulisan ini, kita masih berhutang budi. Kepada mereka yang pernah berada dalam kesamaan mimpi. Kepada mereka yang telah sama-sama berkorban waktu, pikiran, dan tenaganya. Kepada mereka yang mengorbankan mimpinya untuk kita. Semua keputusan harus diterima dengan lapang dada, tapi aku yakin tidak akan ada yang bisa menerima sepenuh hati pahitnya kenyataan kayak gini. Kecewa. Pasti. Kecewa berat. Sama. Kenapa kita harus bertemu jika pada akhirnya berpisah? Kenapa kita harus bermula bersama jika pada akhirnya terbelah?

Yakinlah, pengorbanan yang ikhlas itu tidak akan sia-sia.
Mungkin bukan saat ini
Pasti ada saatnya nanti
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
SAKA UGM in World Cup of Folklore, Italy

Modal kita cuma berani dan nekat. Ditambah doa dan usaha untuk berlatih tiap malamnya dan mempersiapkan segala hal demi berangkat. Kita gak percaya keajaiban, karena keajaiban itu dateng untuk mereka yang berusaha mati-matian. Empat bulan berlalu dan kita masih sangat jauh dari target. Ditolak, diremehkan, diabaikan bukan sesuatu yang menyakiti hati lagi. Ada separuh jiwa yang harus pergi, memaksa kita berjuang dalam sepi. Meskipun banyak tantangan, tapi semangat gak pernah surut. Terus berinovasi, memperbarui strategi, dan introspeksi diri. Kita begitu yakin, niat baik akan bertemu takdir yang baik. Jalan kita nanjak, turun, berkelok, berbatu, dan berbahaya. Tapi yang kita lihat bahwa masih ada jalan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
It's my 7th day since I started being wide awake in the midnight and fall asleep in the morning until noon. Every night the voices in my head speaks louder and louder. So much unfinished business calling me while I'm trying to close my eyes. Yes, I am still restless and couldn't erase the guilt from my mind, of what has happened in the past few weeks.

Keep in mind, zid, you must not stress over it, you shall finish your business and trust that Allah will easen things.

Indeed, every hardships comes with ease.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Inginku menyampaikan kekaguman pada seorang teman. Dulunya pendiam, pernah jadi anak nakal. Kini sudah berhijrah dan bahkan berani berdakwah.

Dakwah dengan cara yang menyenangkan. Tidak meninggi padahal ilmunya tinggi. Selalu merendah agar bisa terjamah.

Dia bukan teman yang dekat. Tapi dia figur yang dekat. Ya sama-sama mahasiswa dan melalui dinamika yang sama sebagai mahasiswa. Mungkin kesamaan itu yang bikin lebih mudah berempati dengannya. Dan meminjam kacamatanya untuk melihat perspektif yang sama tentang dunia. Baik ya, mau minjemin kacamata, hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
2016, was a tough year. Also, a breakthrough-limit-year.

There are moments that I would just lay down in my bed and get tearful. I'm not being dramatic. It wasn't just once or twice, my heart was really fragile throughout the year. I get sensitive easily. Most of my time was stressful (and lonely). Even tested with depression scale, I was categorized in moderate depression. Gladly, I'm aware of the things that made me depressive. At some moments I would regret being a psychology student, because then I knew how unhealthy psychologically I was all this time. But on the other side, I should be grateful 'cause it was an outpatient cure for me too. hehe. Guess it was part of growing up where I must hardly leave my childhood and begin to struggle for the future.

Every cloud has a silver lining.

Despite the hard times I've been through, there are memories that I am grateful of. As I said before, this year I have been (trying to) break through my limit. 

As some of you may know, I don't really talk much with my friends or even in public. My grandma used to be a headmaster and a teacher, my dad is a lecture. And people (will) expect me to be like them in some way. Basically, both profession needs good communication skill (which I don't). I decided to participate as a co-trainer for the new student orientation in my campus. I do realize that it was pretty hard for me to spontaneously speak in public. I'm the kind of person which needs to write down a speech text the night before. But yea, at least I had an experience 'cause experience is the best teacher


Wreksodiningrat 9

Last but never least. I break through my physical and time limit with this team. So, we participated in this Acehnese dance festival in Jakarta. It was a really tiring month to practice almost everyday and night. I could actually call them home, but not really because when I'm with them I still have my mom telling me to come home. Ironically, we have anticipated to lose from the beginning (which we did lost). But yeah, the process we have been through was definitely an unforgettable experience. I learned so much, that we should never strive to win, but to feel satisfied with ourselves instead. We completely understand how we are different from the standards, but it just gives us satisfaction when we could give our best after all.


SGTAJ

I don't know what its gonna be like in 2017. I don't wanna hope for something too big and unrealistic. My wish and also my kind of resolution for this year is to be happy and make other people happy too. Bahagia itu sederhana,kan?

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me



Nur Zidny Ilmanafia | 1996 | Yogyakarta
Culture, humanity, technology, personal growth and spirituality enthusiast.

Follow Me

Labels

diary experience kkn opini psychology real story reflective spoof thoughts travel work

Blog Archive

  • ►  2023 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  May (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2019 (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (2)
  • ►  2018 (7)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ▼  2017 (9)
    • ▼  December (1)
      • 2017: A long journey
    • ►  September (2)
      • The Girl
      • Kejar Tayang
    • ►  August (3)
      • Numpang Hidup
      • Sacrificed heart
      • SGTI, berangkat!
    • ►  June (1)
      • Not feeling any better
    • ►  March (1)
      • Tentang Figur yang Dekat
    • ►  January (1)
      • 2016
  • ►  2016 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  October (2)
  • ►  2014 (6)
    • ►  November (2)
    • ►  September (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  October (1)
    • ►  May (1)

Created with by BeautyTemplates | Distributed by Gooyaabi Templates