Numpang Hidup
![]() |
| Pondokan BBL-04 |
Hidup di Yogyakarta selama 19 tahun dan hampir 21 tahun selalu bersama orang tua, ini adalah kali pertama aku menjajal kehidupan di tempat baru, ya walaupun cuma dua bulan sih..... Tinggal jauh dari orang tua dan jauh dari segala keenakan hidup itu banyak memberikan makna hidup yang selama ini ga bermakna wkwk.
Kita dateng ke tempat ini cuma dengan membawa satu buah koper aja. Sementara tempat tinggal yang akan kita tinggali masih kosongan. Dengan sedikit bekal yang kita punya, kita mulai beli kasur (palembang), hanger, tali jemuran, tempat sampah, sapu, pel, keset, dan satu per satu perabotan rumah tangga. Kemampuan buat berinteraksi dan bernegosiasi dengan orang lain ternyata juga jadi modal yang untungnya berbuah pinjaman motor, helm, dispenser, kompor, dan kebutuhan sekunder lainnnya.
Di sini warga bekerja sebagai petani, nelayan, punya kebun lada atau sawit, dan sebagian lain sebagai PNS. Jadi, belum banyak jasa yang ditawarkan. Ketika ada masalah, misalnya wc mampet, banjir, gas atau galon habis, lampu mati, ya kita sendiri yang harus menghadapi dan menyelesaikannya. Sesimpel njemur cucian terus hujan, siapa lagi yang harus ngangkatin kalo bukan kita? Gak ada yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri (dan teman yang peka😝). Terlebih kita datang ke tempat ini untuk memberikan pemberdayaan pada masyarakat, bukannya hidup merepotkan orang lain, apalagi masyarakat.
Selama KKN, memanfaatkan segala celah untuk bisa bersosialisasi dengan warga sangat penting. Selain emang kita butuh partisipasi warga, ada perasaan gelisah ketika kita sebagai bagian dari warga tapi hanya melakukan interaksi transaksional saja. Senja menjadi waktu yang tepat yang kami bela-belain untuk sekadar jalan-jalan dan bertegur sapa dengan tetangga sekitar. Kalo di bandingin sama di rumah, bisa dibilang aku bukan termasuk yang aktif bermasyarakat. Bukan males, cuma kurang dukungan, apresiasi, dan kurang kepepet. I mean like, aku ga perlu susah-susah kenalan sama tetangga baru, atau ngobrol sama tetangga lainnya. I don't need to introduce myself to them, they will somehow know me as a child of my parents. Hehe jangan ditiru ya. Berkat KKN juga aku berharap bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat.
Masih enak sih, karena masih ada listrik, air, dan biarpun kadang suka ilang-ilangan; masih ada sinyal. Hidup selama KKN gak seprihatin di tempat lainnya, tapi selama dua bulan itulah yang buat aku sadar kalo hidup ini tentang banyak aspek, di mana semua aspek kehidupanku selama ini ditanggung orang tua. Mulai dari bangun tidur, keluar rumah, pulang lagi, sampai tidur lagi. Sandang, pangan, papan semua sudah terjamin. Wc mampet? Gas/galon habis? Tinggal telpon. Cucian gak kering? Ada laundry murah meriah cepat kilat. Sesusah-susahnya masalah yang aku temui, selalu ada orangtua yang menjadi backinganku.
During KKN period, I spent my birthday. It was a thoughtful birthday as I am stepping on a new developmental stage: early adulthood. At this stage of life, the developmental tasks are such as developing the ability to share intimacy, seeking to form relationships and find life-mate that should end up in a marriage and starting a family😜, starting an occupation, managing household, while we must still serve the society with the knowledge we have. Every aspects in life has a choice. We, on our own, decide what we're going to do and to be in the future. It was a moment to reflect my life which I've been depending on my parents, but now has come the time to really choose my own path; what's my next target? what kind of person I will be? where would I work? what will I do for the rest of my life? where will I live? whom will I live with? how will I survive my own life? how much income will I get? what will I spend it with? and so on. The things I've never managed on my own.
Deciding them all won't be easy. But there's one advice. We make plans till the worst case, then leave it to God's decision. It's still better that not deciding anything.
The stream will only lead you nowhere unless you know where to go.


0 comments