SGTI, berangkat!

by - August 16, 2017

SAKA UGM in World Cup of Folklore, Italy

Modal kita cuma berani dan nekat. Ditambah doa dan usaha untuk berlatih tiap malamnya dan mempersiapkan segala hal demi berangkat. Kita gak percaya keajaiban, karena keajaiban itu dateng untuk mereka yang berusaha mati-matian. Empat bulan berlalu dan kita masih sangat jauh dari target. Ditolak, diremehkan, diabaikan bukan sesuatu yang menyakiti hati lagi. Ada separuh jiwa yang harus pergi, memaksa kita berjuang dalam sepi. Meskipun banyak tantangan, tapi semangat gak pernah surut. Terus berinovasi, memperbarui strategi, dan introspeksi diri. Kita begitu yakin, niat baik akan bertemu takdir yang baik. Jalan kita nanjak, turun, berkelok, berbatu, dan berbahaya. Tapi yang kita lihat bahwa masih ada jalan.

Masih ingat, hari-hari dan malam-malam yang melelahkan itu. Momen di mana tiba-tiba pamit mau ke Jakarta untuk ngurus visa naik kereta ekonomi. Di kereta juga merem melek, ngerjain tugas kuliah, ngelengkapin berkas, tapi ada juga yang terbius decolgen karena badan meriang. Di situlah kita juga menyambung silaturahmi, dengan keluarga baru yang memberikan sedikit ruang rumahnya untuk diinapi. Grup selalu rame bahas persiapan A sampe Z padahal badan lelah, pikiran sudah over capacity, tidur? seperti gak sempat lagi. Namun Alhamdulillah, doa dan ikhtiar telah mengantarkan kami untuk pergi. Kini saatnya kita berjuang meraih prestasi.

Bisa berangkat saja, kita udah syukur luar biasa. Keheranan kita, gak ada penampilan dari satu negara pun yang gak luar biasa memukau. Rasanya gak mungkin kita yang menari sebagai kerja sampingan saja, bisa mengalahkan mereka yang betul-betul penari. Satu per satu penghargaan diumumkan, tapi sanggar kita tak kunjung disebutkan. Hingga pada penghargaan juara pertama. YANG AKHIRNYA.....
.
.
.
.
bukan jadi rezeki kita.

'Kita dianggep peserta kan? Kita gak salah daftar kan? 
Jangan-jangan kita cuma dianggep penampil doang?'

Muka-muka bingung dan tangan yang saling menggenggam erat........ pecah menjadi sebuah teriakan riuh dan sujud syukur. Alhamdulillah, ternyata kami mendapatkan gelar 'Absolute Winner'. Syukur, bangga, haru, bahagia, tak bisa lagi diungkap dengan kata-kata. Kita meneteskan air mata bahagia, saling berpelukan, semua ekspresi yang menggambarkan kerja keras kami berbuah medali.



You May Also Like

0 comments