Tangguh
Tiap fase kehidupan menawarkan ujiannya masing-masing. Ada orang yang memang terlahir dan dibesarkan dengan optimisme. Mereka yang tidak pernah terlihat menderita. Atau penderitaannya kalah dominan dengan optimismenya. Namun tentu gak semua orang seperti itu. Sekeras apapun usaha seseorang mengajak untuk tetap bersikap optimis dalam menghadapi masalah, ia tidak mampu merubah kepribadian orang tersebut. Apalagi kalau karakternya sudah terasah dengan pengalaman dari interaksi dengan lingkungan. Mungkin pada momen tertentu, menularkan optimisme tidak selalu berhasil dan menjadi solusi. Yang perlu kita tau, tiap orang punya caranya masing-masing. Jika bukan dengan optimisme, cobalah sesekali, biarkan dirimu tenggelam dalam permasalahan. Lihat cara apa yang bisa membuatmu bangkit. Kadang masalah adalah jurang lebar antara dua tebing tinggi. Kita harus terjun dahulu, baru memanjat tebing di seberang.
Bukan hal yang mudah, to let you fall in your weakest point. Kita punya mekanisme bertahan. Terkadang kita selalu ingin terlihat tangguh. Menasehati diri sendiri dengan segala nasehat positif. Padahal tangguh belum tentu berarti mereka yang sanggup menyelesaikan pertikaian sendiri. Mereka yang berani menunjukkan kelemahan dan meminta bantuan orang lain adalah orang yang sama tangguhnya.

0 comments